
KALIMANTAN TODAY, PONTIANAK – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Kalimantan Barat, Erlina Ria Norsan, menegaskan bahwa peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW tidak sekadar menjadi seremoni keagamaan tahunan, melainkan momentum penting untuk memperkuat kualitas spiritual sekaligus peran nyata kader PKK di tengah masyarakat.
Hal tersebut disampaikannya saat mendampingi Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, dalam Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah yang digelar di Pendopo Gubernur Kalbar, Sabtu (31/1/2026).
Acara ini turut dihadiri pengurus Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kalbar, Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kalbar, serta para tokoh masyarakat. Pada peringatan tahun ini, panitia mengusung tema “Mendekatkan Diri kepada Allah SWT dan Menjaga Alam sebagai Wujud Iman dan Amanah Kekhalifahan.”
Usai mengikuti rangkaian acara, Hj. Erlina menyoroti eratnya hubungan antara keimanan dan tanggung jawab manusia dalam menjaga kelestarian lingkungan, sejalan dengan tema yang diangkat.
“Isra Mi’raj mengajarkan ketaatan mutlak kepada Sang Pencipta. Namun, bukti ketaatan itu tidak hanya berhenti di atas sajadah. Sebagai kader PKK, kita harus mampu menerjemahkan nilai iman menjadi aksi nyata, termasuk menjaga kelestarian alam sebagai amanah kekhalifahan di muka bumi,” tegasnya.
Ia juga menekankan peran strategis kader PKK sebagai agen perubahan dalam menyosialisasikan pola hidup yang selaras dengan nilai-nilai agama di lingkungan keluarga dan masyarakat Kalimantan Barat.
“Saya berharap setiap kader PKK mampu menjadi teladan dalam mempraktikkan kesalehan sosial. Peristiwa luar biasa yang dialami Nabi Muhammad SAW hendaknya menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas diri dan memberikan manfaat bagi sesama,” tambahnya.
Di tempat yang sama, Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, mengapresiasi terjalinnya sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah dalam menjaga suasana religius serta memperkuat nilai-nilai keimanan di Kalimantan Barat.
Senada dengan hal tersebut, Hj. Erlina menutup pesannya dengan harapan agar nilai-nilai spiritual menjadi fondasi utama dalam pembangunan daerah.
“Jika fondasi spiritual masyarakat kuat, maka program pembangunan manusia di Kalimantan Barat akan lebih mudah kita laksanakan. Mari jadikan hikmah perjalanan Rasulullah SAW ini sebagai bekal dalam menjalankan tugas dan pengabdian sehari-hari,” pungkasnya. (irf/nzr)
Kalimantan Today Tajam | Terpecaya