Sabtu , 29 November 2025
Home / BANGUN KALBAR / Tingkatkan Kualitas Pendidikan PAUD, Pemprov kalbar Tandatangan MoU Bersama Stakeholder

Tingkatkan Kualitas Pendidikan PAUD, Pemprov kalbar Tandatangan MoU Bersama Stakeholder

Bunda PAUD Kalbar, Erlina Ria Norsan

 

KALIMANTAN TODAY, PONTIANAK – Mewakili Gubernur Kalimantan Barat, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, dr. H. Harisson, M.Kes. membuka Workshop “Kepemimpinan Transformasional Kepala Satuan PAUD Menuju Layanan Bermutu” yang berlangsung di Aula Garuda Kantor Gubernur Kalbar, Jumat (28/11/2025).

Dalam sambutannya, Harisson menyampaikan apresiasi kepada DPD PP PAUD Kalimantan Barat atas penyelenggaraan kegiatan strategis tersebut. Menurutnya, workshop ini merupakan bagian penting dalam memperkuat pondasi pendidikan anak usia dini, yang berpengaruh langsung terhadap kualitas sumber daya manusia dan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalbar.

“IPM Kalbar saat ini berada pada angka 72,09 poin, kategori tinggi. Meski begitu, capaian ini masih perlu terus kita dorong. PAUD memegang peran besar karena pembelajaran dan stimulasi sejak dini menjadi penentu kompetensi generasi masa depan,” ujar Harisson.

Ia juga menyoroti transformasi GOPTKI menjadi PP PAUD sebagai momentum memperkuat peran organisasi dalam meningkatkan mutu layanan PAUD. Harisson mengapresiasi penandatanganan MoU Beasiswa untuk Guru PAUD Non-ASN, yang dinilainya sebagai langkah konkret meningkatkan kapasitas, profesionalisme, dan kesejahteraan tenaga pendidik.

“Pendidik PAUD adalah ujung tombak pembentukan karakter dan kecerdasan anak sejak usia dini. Upaya ini sejalan dengan visi Pemprov Kalbar untuk meningkatkan kualitas SDM sebagai fondasi pembangunan jangka panjang,” tegasnya.

Sementara itu, Bunda PAUD Provinsi Kalbar, Ny. Hj. Erlina, menegaskan bahwa kegiatan ini memperkuat komitmen 14 Kabupaten/Kota di Kalbar untuk menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi dan akademisi.

“Bunda PAUD se-Kalbar juga akan berkolaborasi dengan perusahaan melalui CSR guna membantu peningkatan mutu tenaga pendidik PAUD,” ujarnya.

Erlina berharap komitmen bersama tersebut mampu membuka peluang beasiswa Strata 1 bagi guru PAUD yang masih berlatar belakang pendidikan nonformal.

“Harapannya, seluruh pendidik PAUD memiliki sertifikat dan kualifikasi S1, sehingga layanan yang diberikan kepada anak-anak sesuai pola, regulasi, dan standar pendidikan yang benar. Dengan komitmen antara akademisi, perusahaan, OPD, Bunda PAUD, dan PP PAUD, kita berharap di tahun 2026 tidak ada lagi pendidik PAUD tanpa kualifikasi S1,” tutupnya.

Ketua Pusat Pengembangan PAUD Kalimantan Barat, Windy Prihastari, menjelaskan bahwa PP PAUD memiliki cakupan lebih luas dibanding organisasi sebelumnya, yakni tidak hanya taman kanak-kanak tetapi seluruh layanan PAUD.

“Sejak perubahan GOPTKI menjadi PP PAUD pada tahun 2022, kami langsung bergerak menyiapkan generasi emas Indonesia 2045, dimulai dari penguatan layanan PAUD,” jelas Windy.

Ia menegaskan pentingnya pendekatan pendidikan berbasis karakter sejak dini.

“Anak-anak PAUD harus kita bekali karakter, integritas, kepedulian lingkungan, dan empati terhadap sesama. Saat ini, kita banyak menghadapi isu perundungan. Karena itu, penguatan fisik dan mental menjadi kunci dalam menyiapkan generasi emas 2045,” tegasnya.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan MoU antara perguruan tinggi, Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten/Kota, dan perusahaan dalam rangka memperkuat kolaborasi peningkatan kualitas pendidik PAUD di Kalimantan Barat. (*/irf/ica)

Tentang Kalimantan Today

Cek Juga

Gubernur Ria Norsan Buka Rakerwil III Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia Provinsi Kalbar

  KALIMANTAN TODAY, PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., membuka …