Kamis , 13 Juni 2024
Home / NEWS / 48 Peserta Ikuti Pelatihan Bimtek Fogging di Dinkes Sanggau

48 Peserta Ikuti Pelatihan Bimtek Fogging di Dinkes Sanggau

Foto—Pelaksanaan pelatihan fogging bagi 48 peserta dari Puskesmas dan BPBD Kabupaten Sanggau, Selasa (21/11/2023) di aula Dinkes Sanggau—Kiram Akbar

 

KALIMANTANTODAY, SANGGAU. Bimbingan teknis (Bimtek) digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) kepada 48 petugas fogging atau pengasapan terdiri dari 10 Anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Badang Penanggulangan Daerah (BPBD) Sanggau dan 38 dari Puskesmas pada Selasa (21/11/2023) di aula Dinkes Sanggau.

Bimtek yang digelar selama sehari itu, para peserta mendapatkan materi tentang perilaku nyamuk dan perawatan alat fogging serta praktik langsung cara penyemprotan fogging fokus di masyarakat.

“Menjadi seorang petugas atau operator alat fogging harus mengetahui dan memahami hal-hal tentang cara penyemprotan. Melaksanakan tugasnya dengan baik sehingga tepat sasaran dan tepat guna,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau, Najori, Selasa (21/11/2023).

Lebih lanjut Najori mengatakan, Demam Berdarah Dengue (DBD) masih merupakan masalah di masyarakat dan menimbulkan dampak sosial maupun ekonomi. Jumlah kasus yang dilaporkan cenderung meningkat dan daerah penyebarannya bertambah luas.

“Kerugian sosial yang terjadi antara lain karena menimbulkan kepanikan dalam keluarga. Dampak ekonomi langsung pada penderita DBD adalah biaya pengobatan. Sedangkan dampak ekonomi tidak langsung adalah kehilangan waktu kerja, waktu sekolah dan biaya lainnya yang di keluarkan selain untuk pengobatan seperti transformasi dan akomodasi selama perawatan penderita,” bebernya.

Meski banyak menyerang anak-anak, Najori mengatakan dalam beberapa tahun terakhir DBD justru menyerang orang dewasa.

“Penyakit ini ditandai demam tinggi mendadak disertai kebocoran plasma dan perdarahan. Dapat mengakibatkan kematian serta menimbulkan wabah,” jelas Najori

Ia menegaskan, memberantas DBD diperlukan peran serta masyarakat yang terus menerus dalam memberantas nyamuk dengan cara 3M plus. Menguras tempat penampungan air (TPA). Menutup tempat penampungan air. Mengubur atau menyingkirkan barang bekas yang dapat menampung air hujan.

“Plus cara lainnya dengan menanam tanaman yang dapat mengusir nyamuk di sekitar rumah atau bangunan. Memelihara ikan pemakan jentik pada tempat penampungan air yang sulit di kuras. Cara pencegahan tersebut juga di kenal dengan istilah Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN),” pungkasnya. (ram)

Tentang Kalimantan Today

Cek Juga

Plt. Kadis PUPR Sanggau: Tanggal 10 Rencananya Teken Kontrak Paket Proyek Strategis Daerah

KALIMANTANTODAY, SANGGAU. Pengerjaan proyek strategis daerah Kabupaten Sanggau segera dilaksanakan. Dimulai dengan penandatanganan kontrak untuk …