Kamis , 30 Mei 2024
Home / HEADLINE NEWS / DBD di Sanggau Capai 83 Kasus, 4 Meninggal, Kepala Dinkes: Yang Utama Pemberantasan Sarang Nyamuk, Bukan Fogging

DBD di Sanggau Capai 83 Kasus, 4 Meninggal, Kepala Dinkes: Yang Utama Pemberantasan Sarang Nyamuk, Bukan Fogging

Foto—Satu di antara pasien DBD yang tengah dirawat di RSUD MTh, Djaman

 

KALIMANTANTODAY, SANGGAU. Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sanggau terus meningkat. Jumlah korban pun bertambah. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau menyebut per 12 Oktober 2023 terdapat 83 kasus DBD, 4 penderita di antaranya meninggal dunia.

Hanya saja hingga saat ini, penetapan status Kejadian Luar Biasa (KLB) secara resmi belum dikeluarkan. Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Sanggau, Ginting mengaku penetapan itu masih dalam proses.

“Penetapan KLB sedang dalam proses. Kendala tidak ada. Memang setiap kejadian itu ada prosesnya, karena berjenjang. Tapi kalaupun belum keluar secara resmi status KLB-nya penanganan kita sudah secara KLB. Artinya kita sudah menggerakkan setiap komponen, sumber daya sudah kita gerakkan. Artinya penanganan itu sudah begitu intensif,” kata Ginting, belum lama ini.

Ia mengaskan, langkah penanganan DBD yang pertama adalah pemberantasan sarang nyamuk. Inovasi yang telah dilakukan di Kabupaten Sanggau adalah telah membentuk Laskar Bersih Lingkungan dan Anti Nyamuk (Laskar Berlian).

“Sesuai dengan peraturan bupati. Sampai ke desa-desa. Langkah pertama itu dulu. Menangani pencegahan.

Langkah kedua, lanjut Ginting, untuk mencegah kematian adalah segera bawa pasien yang terduga DBD ke sarana kesehatan.

“Kalau terlambat itu yang bisa menyebabkan kematian. Jangan sampai masa kritis baru dibawa. Itu untuk penanganan,” sebutnya.

Kemudian pasca kejadian, lanjut Ginting, baru fogging yang sifatnya memutus rantai penularan. Karenanya fogging dilakukan di tempat yang terinfeksi. Artinya, terang dia, ada langkah-langkah sebelum fogging.

“Jangan langsung yang kita utamakan fogging. Bukan berarti fogging tidak penting, tapi bukan yang utama. Ini kita lakukan selalu edukasi ke masyarakat. DBD ini bisa diatasi. Jangan foggingnya diutamakan, tapi pemberantasan sarang nyamuknya,” tegasnya.

Ginting menambahkan, fogging hanya untuk membunuh nyamuk dewasa. Selain itu, terlalu sering fogging dikhawatirkan nyamuk akan kebal, karena fongging menggunakan bahan insektisida.

“Fogging itu juga hanya radius 100 meter. Sedangkan luas daerah kita berapa,” pungkasnya. (Ram)

Tentang Kalimantan Today

Cek Juga

Peduli Korban Banjir, Relawan KREN Berikan Bantuan Sembako

  KALIMANTAN TODAY, LANDAK — Relawan KREN (Karolin-Erani) menyerahkan bantuan berupa sembako kepada korban terdampak …