Jumat , 3 Desember 2021
Home / NEWS / Desa Suka Mulya di Kecamatan Parindu Jadi Desa Pertama Miliki SKIM

Desa Suka Mulya di Kecamatan Parindu Jadi Desa Pertama Miliki SKIM

Foto—Silvester Roy

 

KALIMANTAN TODAY, SANGGAU. Kabupaten Sanggau kini telah memiliki Sentra Industri Kecil Menengah (SKIM) di Desa Suka Mulya, Kecamatan Parindu. Lokasi tersebut merupakan sentra industri pertama di Bumi Daranante.

Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang Perindustrian Disperindagkop dan UM Sanggau, Sylvester Roy, bahwa syarat atau ketentuan SKIM ini yaitu jumlah IKM (Industri Kecil Menengah) dalam satu desa setidaknya berjumlah 10 yang sejenis atau berkaitan.

“Nah kita mengambil lokus itu di Desa Suka Mulya, Kecamatan Parindu karena kita ketahui di sana memiliki IKM berbahan dasar pengolahan kedelai lebih dari 10 pelaku,” kata Sylvester Roy.

“Kita menentukan program bottom-up, jadi bukan top-up yang kurang data dukungnya. Sanggau sebagai daerah perbatasan dengan Malaysia, bisa menjadikan Parindu atau kecamatan lain sebagai industri pendukung sesuai konsep Perda kita, sambungnya.

Konsep dari SKIM ini adalah pembangunan infrastruktur, karena kata Roy, ini berbasis pada pembangunan yang berkelanjutan atau berwawasan lingkungan. Karena selama ini pemilik IKM membangun industrinya di rumah masing-masing.

“Kita ketahui bersama, tahu dan tempe itu rentan juga dengan yang namanya limbah. Makanya dengan bantuan bangunan ini tidak ke per rumah lagi tapi lebih ke sentra atau satu tempat sehingga limbahnya bisa di satu tempat saja,” jelasnya.

Dibuat seperti itu, Roy menjelaskan bahwa dengan industri hijau yang berwawasan lingkungan bisa menciptakan visi sebagai Desa Tangguh atau Desa Mandiri. Di sana nantinya sudah include semua, dari gudang, kantor, pabrik serta pusat bisnisnya.

“Kenapa ini dianggap penting? Karena harapan kita ini bisa jadi industri penunjang pasar-pasar dan market-market yang ada di Sanggau, kabupaten tetangga atau perusahaan. Jadi kerjanya nanti moga-moga bisa satu atap,” kata dia.

Roy menjelaskan, ini merupakan program Kementerian Perindustrian dari Dana Alokasi Khusus (DAK), dimana tema tahun ini adalah Percepatan Ekonomi Nasional (PEN).

“Pembangunan sekarang sudah masuk dalam periode finishing. Tidak lama lagi akan selesai. Kita dari awal sampai sekarang gak mau intervensi yang di luar prosedur,” pungkasnya. (Ram)

Tentang Kalimantan Today

Cek Juga

RAPBD 2022, Bupati Landak Terima Pendapat Akhir Fraksi-Fraksi

  KALIMANTAN TODAY, LANDAK- Bupati Landak Karolin Margret Natasa bersama DPRD Kabupaten Landak menandatangani persetujuan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *