
KALIMANTANTODAY, SANGGAU. Keterbatasan anggaran upaya pembangunan infrastruktur di Kabupaten Sanggau terhenti. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sanggau tetap mengusulkan ke pemerintah pusat melalui aplikasi-aplikasi.
Plt. Kepala Dinas PUPR Sanggau, Aris Sudarsono mengungkapkan untuk tahun 2027, Pemkab Sanggau melalui Dinas PUPR setidaknya mengusulkan 21 usulan ke Kementerian PUPR. Mulai dari infrastruktur jalan dan jembatan, Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST), Instalasi Pembuangan Lumpur Tinja (IPLT), hingga irigasi.
“Usulan terkait program Inpres Jalan Daerah (IJD). Kita mengusulkan 12 paket. Jadi proposal yang pernah dibawa Pak Bupati, Bu Wakil Bupati itu sekarang kita usulkan melalui aplikasi SiTIA Dirjen Bina Marga,” kata Aris.
“Beberapa di antaranya ruas jalan Bodok-Bonti, Tayan-Meliau, Kedukul-Balai Sebut, Sejuah-Noyan, Noyan-Lubuk Sabuk. Termasuk jembatan Mengkiang, dan jembatan-jembatan di Bonti. Termasuk Belangin-Kayu Tunu,” sebutnya.
Selain ke Dirjen Bina Marga, Dinas PUPR Sanggau juga mengusulkan ke Dirjen Cipta Karya Kementerian PU, berupa TPST dan IPLT. Dua usulan tersebut sudah dibahas di tingkat provinsi dan masuk usulan prioritas Pemprov Kalbar ke Kementerian PU.
“Jadi itu sampai diusulkan Pak Gubernur ke menteri. Dua itu masuk prioritas. Sebentar lagi usulan itu kita input di apliakasi KRISNA,” ungkap Aris.
Usulan rupanya belum cukup. Aris mengaku Dinas PUPR Sanggau mengusulkan tujuh irigasi. Hal ini berdasarkan Inpres nomor 01 tahun 2025 tentang peningkatan daerah irigasi.
“Proposal sudah kita kirim, tapi usulan tetap melalui aplikasi. Kalau di Irigasi itu namanya aplikasi SIPURI. Kemarin yang sudah disetujui teknis dan ada anggaranya ada tiga, kemudian yang sudah disetujui teknis tapi tak ada anggarannya empat. Itu nanti tergantung keuangan pemerintah pusat,” bebernya.
Di luar pengusulan ke Kementerian PU tersebut, usulan juga melalui aspirasi Anggota DPRD. Aris menyebut beberapa usulan berupa pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), dan pembuatan septic tank.
“SPAM ada dua lokasi, sedangkan septic tank ada enam lokasi. Pokoknya tugas kita itu sekarang, usulkan, buat perencanaan, siapkan kelengkapan dokumen, kita usulkan, baik itu langsung maupun aplikasi,” pungkasnya. (Ram)
Kalimantan Today Tajam | Terpecaya