Selasa , 16 Juli 2024
Home / NEWS / Gelar Bimtek, Dinas Kesehatan Perkenalan Aplikasi My STBM

Gelar Bimtek, Dinas Kesehatan Perkenalan Aplikasi My STBM

Foto—Bimtek STBM yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten Sanggau yang diikuti para sanitarian 19 Pukesmas se-Kabupaten Sanggau, Rabu (03/07/2024) di aula DInkes Sanggau—Kiram Akbar

 

KALIMANTANTODAY, SANGGAU. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sanggau menggelar bimbingan teknis (Bimtek) Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) kepada para sanitarian dari 19 Puskesmas se-Kabupaten Sanggau.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kasi Kesmas) Dinkes Sanggau, Stepanus Jonedi mengatakan, bimbingan teknis dilakukan langsung oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar.

“Yang memberi materi itu Ibu Dewi Suryanti, Fungsional Sanitarian Madya, Kesling Dinkes Provinsi Kalimantan Barat. Jadi yang disampaikan beliau ini kebijakan. Intinya nanti aplikatif, karena semua sudah online. Nanti ada aplikasi baru dan akan dipergunakan oleh mereka ini, namanya My STBM,” kata Stepanus Jonedi kepada wartawan di sela-sela acara.

Ia menjelaskan, data-data STBM ini semuanya harus melalui aplikasi, real time. Artinya dari penginput sampai ke pusat, saat itu bisa dilihat dalam waktu yang sama. Semua data dari lima Pilar STBM.

“Lima pilar itu, berhenti buang air besar sembarangan (ODF), cuci tangan pakai sabun, pengolahan air minum dan makanan rumah tangga, pengolahan sampah rumah tangga, dan pengolahan limbah cair rumah tangga,” sebut Stepanus Jonedi.

Ia menyebut, melalui aplikasi My STBM itu semua data terkait sanitasi dimasukkan. Termasuk pula grade atau tingkatannya. Step, sapaan akrab Stepanus Jonedi, mengakui jika sanitasi di Kabupaten Sanggau masih rendah.

“Kita kan masih rendah di Sanggau ini. Jadi kita masih kejar pilar satu ini: bebas buang ari sembarangan. Jadi dalam rangka (Bimtek) ini juga kawan-kawan dibekali bagaimana berkoordinasi dengan lintas sektoral, karena berpulang lagi ke Tupoksi kita. Tupoksi kita ini kan memicu, supaya masyarakat itu sadar, jangan buang air sembarangan,” beber Step.

Ia menambahkan, STBM tak melulu ditangani Dinas Kesehatan, namun mencakup lintas sektoral.

“Terkait penyediaan sarana air bersih. Karena BAB itu perlu cuci tangan, bagaimana tempat BAB nya, tertutup atau terbuka. Itu kan tupoksinya ada di lintas sektoral. Memicu kawan-kawan ini ada dukungan desa atau dari kecamatan. Semuanya lintas sektoral itu punya indikator juga,” pungkasnya. (Ram)

Tentang Redaksi

Cek Juga

Pj Bupati Sanggau Tegaskan Pengusaha Walet Wajib Bayar Pajak, Perintahkan OPD Teknis Cek Lapangan

KALIMANTANTODAY, SANGGAU. Penjabat (Pj) Bupati Sanggau, Suherman menegaskan para pengusaha sarang burung walet memiliki kewajiban …